Catatan Sarjana

Hanya sebuah catatan yang dicari orang

ASUS Zenfone Live L2

ASUS kembali merilis generasi terkini dari seri Zenfone Live, seri ini merupakan smartphone di kelas entry tingkat yang biayanya satu jutaan. Tepatnya pada bulan April tahun ini, Zenfone Live L2 meluncur dengan harga dekat 1, 1 juta rupiah, ini lebih murah dengan generasi terdahulunya yang dibanderol dekat 1, 6 juta rupiah. Dapat jadi ini sebab tren pasar yang terus menjadi kompetitif dalam memasang harga. Buat harga satu juta lebih sedikit, Zenfone Live L2 memiliki tampilan yang lumayan mempesona dengan opsi corak merah serta biru, di bagian balik memakai corak mengkilap bergradasi. Secara sekilas, smartphone ini tidak nampak murah. Tidak hanya itu, grip smartphone ini pula aman sekali, didukung bobotnya yang sangat ringan, kekurangannya cuma sisa sidik jari yang sangat nampak.

Zenfone Live L2 memanglah menarget segmen pasar pengguna smartphone buat kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar pengguna smartphone antara lain, semacam melaksanakan panggilan, memotret, berkirim pesan, sebaliknya buat media sosial serta kamera penggunaannya lumayan tidak sering.

Bagian depan tidak terdapat brand ASUS- nya, bagi aku bagus sih: P, dimensi layar 5, 5 inci full- view membuat tampilan terus menjadi elok. Walaupun layarnya berdimensi 5, 5 inci, tetapi bodi smartphone senantiasa aman digenggam satu tangan sebab rasio dimensi layarnya 18: 9 yang menimbulkan wujud bodi memanjang.

Zenfone Live L2 memakai layar beresolusi 720×1440 px, tetapi sebab layar ini memiliki tingkatan kecerahan yang besar, hingga tidak nampak kumal. Ya, kumal, bagi aku layar 720p yang sempat aku coba kesannya kumal, tampilan layar kurang terang gitu.

Kelebihan lain dari layar memanjang semacam ini merupakan lebih aman pula buat menyaksikan video, layar lebih lebar.

Performa seperlunya😛

Prosesor yang tertanam dalam Zenfone Live L2 merupakan Snapdragon 430, jangan sepelekan dahulu, prosesor ini telah memakai 8 core lho. Performa dari smartphone ini lumayan aman digunakan dipadukan dengan GPU Adreno 505. Ngelag sih tidak, tetapi memanglah pergerakannya terasa kurang gesit, dengan animasi bawaan sistem ZenUI aku masih merasa aman. Sesungguhnya dapat terbuat lebih gesit sih dengan mematikan seluruh animasi. D

Dengan harga yang cuma 1, 1 juta rupiah ini, bagi aku performanya malah melebihi ekspektasi aku. Aku berupaya memasang bermacam berbagai aplikasi tiap hari, bukan yang tipe lite ya. Aku tidak merasa tersendat koq dengan performanya, sejujurnya jika buat main permainan aku hanya coba Clash Royale serta mudah tidak terdapat permasalahan.

Bila kalian suka main permainan semacam PUBG, mungkin masih dapat kalian paksa main walaupun dengan pengaturan grafis rendah. Nah, yang jadi permasalahan sesungguhnya merupakan kapasitas storage- nya yang hanya 16GB.

Sekali lagi, jangan bandingkan dengan smartphone kelas mid- range ya, sebab perbedaannya sangat signifikan, ingatlah biayanya yang cuma sepertiganya.😀

Baterai

Buat pemakaian wajar tiap hari, baterai Zenfone Live L2 yang berkapasitas 3000 mAh ini terkategori sangat irit. Dapat jadi sebab mengkonsumsi energi prosesornya memanglah sangat efektif serta resolusi layar 720p.

Sebaliknya waktu pengisiannya sama semacam smartphone pada biasanya, tanpa terdapat sokongan teknologi pengisian kilat, buat mengisi penuh baterai dari nol memakan waktu sampai dekat 3 jam.

Sistem operasi

Android yang terpasang merupakan tipe 8. 0 ataupun biasa diucap Oreo, ASUS berikan sentuhan ZenUI 5 yang bukan cuma mengganti tampilannya saja, tetapi pula meningkatkan sebagian fitur bermanfaat, semacam memory cleaner, multi- window, one- hand operation, glove fashion, serta lain- lain.

Aku kurang tau apakah Zenfone Live L2 ini bakal merasakan Android 9. 0 Pie, kecil sih harapannya. Walaupun demikian, Android 8. 0 Oreo masih sangat relevan buat diigunakan koq, sangat tidak hingga tahun depan kala Android 10 Q telah ramai dipasaran.😀

Kamera

Di bagian balik terdapat kamera utama beresolusi 13 MP yang dilengkapi dengan phase- detection autofocus. Sangat lumayan buat kirim- kirim gambar lewat aplikasi perpesanan praktis ataupun media sosial. Toh potret- potret tersebut pula cuma dinikmati lewat layar smartphone pula. Tetapi sebab kapasitas memori internal yang kecil, aku wajib rajin- rajin menghapus gambar yang telah tersimpan pada Google Photos. Fitur yang senantiasa dipertahankan semenjak sebagian tahun terakhir, ASUS senantiasa merilis smartphone dual- sim tetapi senantiasa menyertakan slot mirco SD card. Perihal ini sangat bermanfaat pada Zenfone Live L2, sebab memori internal cuma 16 GB, pasti hendak kilat penuh jika tidak dibantu dengan SD card.

Akhir kata

Aku sendiri tidak sempat membayangkan kalau smartphone kelas 1 jutaan biayanya bakal 1 juta beneran, sebab dahulu yang namanya smartphone satu jutaan itu sesungguhnya 1, 5 juta lebih. Lebih kaget lagi dengan performanya yang aku anggap lumayan buat kebutuhan tiap hari. ASUS Zenfone Live L2 biayanya hanya 1, 1 juta, serta ini merupakan tawaran yang sangat menarik buat segmen pasar dasar. Jika kalian memiliki dana sejuta, silakan ke toko serta beli Zenfone Live L2.

Tags:

Leave your comment

Catatan Sarjana

error: Content is protected !!